Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaraakatuh

My slide

Rabu, 21 April 2010

SEBAIK-BAIK NIKMAT SURGA



Nikmat yang paling mulia dan paling agung pada hari akhir adalah melihat wajah Rabb ‘Azza wa Jalla dan mendengarkan perkataan-Nya . Seperti yang dijelaskan dalam Shahih Muslim dari Shuhaib ra, Rasulullah SAW bersabda, “Jika penduduk surga telah memasuki surga, ada suara yang memanggil mereka, “Wahai penduduk surga, sesungguhnya Allah SWT menjanjikan sesuatu untuk kalian, dan pada hari ini Dia ingin melaksanakan janji-Nya tersebut. Penduduk surga bertanya, “Apakah yang Allah SWT janjikan kepada kami ? Bukankah dia telah mencerahkan wajah-wajah kami ? Memberatkan timbangan (kebaikan ) kami dan telah memasukkan kami ke dalam surga-Nya, dan tidak ada kenikmatan surga lebih mereka senangi kecuali kenikmatan melihat kepada wajah Rabb SWT.”

Didalam hadist lain disebutkan bahwa mereka (penduduk surga) tidak ada yang melirik kepada kenikmatan surga yang lain selama mereka memandang kepada wajah-Nya SWT. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka telah mendapatkan kenikmatan yang sangat sempurna yang telah diberikan oleh Rabb mereka di dalam surga. Tidak ada yang lebih mereka senangi dari kenikmatan surga selain memandang wajah Rabb mereka. Dan itulah kenikmatan yang lebih mereka senangi.  Sebab, mereka telah merasakan kenikmatan, makanan, minuman, dan bidadari-bidadari. Sebab, tidaklah mungkin dua kenikmatan itu bisa  sama.
Oleh karena itu, Allah SWT berfirman tentang keadaan orang-orang kafir :

                                                        
“Sekali-kali tidak, sesunggunya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat ) Rabb mereka. Kemudian sesunggunya mereka benar-benar masuk neraka”
(Al_Muthaffifin ,83 : 15-16)

Maka, bagi orang-orang kafir telah disediakan dua azab, yaitu siksa neraka dan siksa yang berupa penghalang dari melihat wajah Allah SWT.

Begitu juga bagi wali-wali-Nya ada dua kenikmatan, yaitu kenikmatan surga dan juga kenikmatan memandang wajah Allah SWT.

Empat macam tadi (dua kenikmatan dan dua azab) telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya. Allah SWT berfirman tentang orang-orang yang berbuat kebajikan :
                                                                                                                                                                                             
“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang”
(Al Muthaffifin, 83 : 22-23)

Terdapat beberapa pendapat mengenai makna ayat  yanzhurun. Ada yang mengatakan bahwa mereka melihat musuh-musuh mereka di adzab. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka melihat istana dan kebun-kebun mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka saling memandang dan menyapa. Akan tetapi, semua makna diatas telah menyimpang jauh dari makna ayat. Makna yang shahih dari ayat tersebut adalah melihat dan memandang wajah Rabb mereka. Sebaliknya, dengan orang-orang kafir mereka telah terhalang dari melihat Rabb mereka :

                                                 
“Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.”
(Al-Muthaffifin, 83 : 16)

Lihatlah, bagaimana Allah SWT membalik segala apa yang telah dikatakan orang-orang kafir kepada musuh-musuh mereka yang mereka olok-olok semasa di dunia. Namun, pada hari kiamat keadaan  ini akan berbanding terbalik. Orang mukmin yang akan menertawakan orang-orang kafir.

                                           
“Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat’.”
(Al-Muthaffifin,83 : 32)

                                      
“Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.”
(Al-Muthaffifin, 83 : 34)

                                                          
“Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang .”
(Al Muthaffifin, 83 : 35)

Secara umum, makna dari memandang disini adalah tidak ada ketentuannya terhadap apa yang dipandangnya. Adapun sesuatu yang paling mulia, paling tinggi, yang paling kuasa untuk dipandang adalah Allah SWT. Sebab itulah, sebaik-baik dan semulia-mulianya pandangan adalah memandang wajah Allah SWT. Ia merupakan tingkatan hidayah yang paling tinggi. Hal ini bertentangan dengan perkataan mereka :
                                                            
“…Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.”
(Al-Muthaffifin, 83 : 32)

Sebab, sesungguhnya dari segi kekhususan makna ayat, yang dimaksud dari dua ayat diatas adalah memandang kepada Allah SWT. Namun, jika yang dimaksud adalah makna umum maka itu berarti secara mutlak. Barang siapa yang merenungkan ayat tersebut maka ia tidak akan menemukan dari dua ayat tadi makna yang lain, baik secara khusus maupun secara umum.



Catatan Ahmad Zainul Ma’arif
Dinukil dari “Buku Nasehat Keimanan Ibnu Qayyim” oleh Ali bin Muhammad Ad-Dihami
Penebit : Shafa publishing, Surakarta
Cetakan I, April 2009

1 komentar:

  1. Lay out blognya keren pak. Kreatif, dinamis dan penuh inspirasi. Sukses ya...salam bwt nyonya terkasih.

    BalasHapus

TAB 1
TAB 2
TAB 3
TAB 4
TAB 5
   Seby-Antoe.com
Artikel-Artikel

Here is a caption with an image that is aligned to the left. This is an example of a Blogger post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what exactly is on your mind. This is an example of a Blogger... [Read more of this review]

File Foto

Here is a caption with an image that is aligned to the left. This is an example of a Blogger post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what exactly is on your mind. This is an example of a Blogger... [Read more of this review]

Judul Link mu

Here is a caption with an image that is aligned to the left. This is an example of a Blogger post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what exactly is on your mind. This is an example of a Blogger... [Read more of this review]

Read More Posts From This Category